image icon

Akses VIU Premium mulai dari Rp850!

Blog

Share

menara saidah

05 February 2022

LAINNYA

Viral Postingan Netizen Tentang Menara Saidah

Share

Menara Saidah lagi jadi berita viral di sosial media. Ini karena adanya postingan dari netizen yang bilang kalau dirinya menerima undangan buat interview kerja, tempatnya di Menara Saidah di Jakarta. Mengagetkan karena gedung tersebut udah lama nggak dipakai, gedungnya udah kosong sejak tahun 2007. Kita lanjut baca biar tahu berita selengkapnya.

Panggilan Interview di Menara Saidah
Jadi, netizen yang memposting tersebut mengaku kalau dia nggak jadi datang buat interview, karena dirinya lagi berada di Tulungagung di Jawa Timur. Postingan tersebut merupakan cuitan di akun Twitter @workfess yang diunggah pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2022. Sampai hampir sepekan, postingan tersebut udah diretweet sebanyak 930 kali, dan disukai 8.983 netizen.

Netizen pun berkomentar di postingan tersebut, banyak yang bilang tentang Menara Saidah yang udah lama nggak berpenghuni, sampai jadi angker. Juga disebut-sebut tentang kondisi gedungnya yang miring. Mendingan sekarang kita cari tahu sedikit lebih banyak tentang Menara Saidah.

Tentang Menara Saidah
Ada sejumlah fakta menarik tentang Menara Saidah, seperti berikut:

Dibangun di Tahun 1995 – Menara ini dibangun pada tahun 1995 dan selesai di tahun 1998, project pembangunan diselesaikan oleh PT Hutama Karya sebagai kontraktor. Disebutkan kalau biaya untuk membangun gedungnya sampai Rp 50 miliar, dan awalnya nama bangunan ini adalah Gracindo.

Gaya Arsitektur Romawi – Berdasarkan Kompas yang mengutip arsip PT Hutama-Karya, gedung ini memiliki arsitektur Romawi dengan 30 lantai. Lokasinya berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Termasuk patung-patung yang bergaya Romawi di gedung juga diimpor langsung dari Italia.

Baca juga : Simak Ramalan Tahun 2022 untuk Peruntungan Shio

Dimiliki Pertama Kali oleh Mustika Ratu – Menurut Kompas, pemilik pertama dari gedung ini yaitu PT Mustika Ratu atas nama Mooryati Sudibyo. Gedung ini lalu dilelang di tahun 1995, dan Keluarga Saidah memenangkannya. Lantas kepemilikan diserahkan pada anak kelima dari Nyonya Saidah, yang bernama Fajri Setiawan.

Asal dari Nama Menara Saidah – Saidah merupakan nama yang diambil dari sang pemilik, yakni Saidah Abu Bakar Ibrahim, yang sekaligus adalah mertua seorang aktris film dan pemain sinetron, Inneke Koesherawati. Baru setelah itu, jumlah lantai bertambah. Jika tadinya ada 15 lantai, lalu jadi 28 lantai, hampir sampai dua kali lipatnya.

Pernah Dipakai Buat Kantor PPU Sampai Kementerian – Menurut Kompas, tercatat pada 2 September 1999, gedung ini dijadikan kantor untuk Sekretariat Panitia Pemilihan Umum atau PPU 1999. Pernah juga gedung ini jadi kantor buat Kementerian Percepatan Pembangunan Kawasan Timur Indonesia.

Ditutup di Tahun 2007 karena Diduga Miring – Gedung yang megah ini ditutup secara resmi untuk umum pada tahun 2007, soalnya diduga kalau bangunan tersebut miring sampai beberapa derajat. Jadi, kondisinya dianggap dapat membahayakan bagi keselamatan para penghuni bangunan gedung.

Warga setempat menuturkan kalau sempat dilakukan renovasi di pertengahan tahun 2015. Tapi, sehabis berjalan selama dua bulan, renovasinya berhenti. Demikian menurut Kompas, edisi 3 Agustus 2016.

Pemprov DKI Jakarta Hampir Mengambil Alih – Masih menurut Kompas, Menara Saidah sempat akan diambil alih Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, di tahun 2016. Tapi, rencana ini nggak jadi dilaksanakan. Sampai sekarang, Menara Saidah masih kelihatan nggak terawat dan nggak difungsikan.

Nah, penting banget ngikutin topik yang lagi viral seperti Menara Saidah, biar kamu nggak ketinggalan update terbaru. Biar kamu selalu update topik yang lagi trending, kamu perlu pakai kuota yang lancar buat sosmed. Pakai aja kuota sosmed dari AXIS BOOSTR! Kamu bisa pilih paketmu mulai dari Rp700 aja, murah banget kan!

Artikel Lainnya
Cookies Image

Kami menggunakan cookie untuk meningkatkan pengalaman Anda menelusuri situs kami, untuk merekomendasikan produk yang sesuai, dan untuk menampilkan iklan yang relevan. Untuk mengetahui lebih lanjut informasi terkait cookie, silakan merujuk pada kebijakan privasi kami.

baca selengkapnya